Jumat, 28 Desember 2012

Kerajaan : Kutai Martadipura, the first kingdom in nusantara

-->
Perkiraan lokasi kerajaan kutai martadipura

Sebelum adanya kerajaan-kerajaan bercorak hindu-budha di nusantara. Berdirilah kerajaan kutai atau nama lengkapnya adalah Kutai martadipura yang didaulat sebagai kerajaan hindu sekaligus kerajaan pertama di nusantara. Diperkirakan kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-3 sampai abad ke-16 dan berlokasi di daerah Kalimantan Timur, yaitu di hulu Sungai Mahakam.  


Sebenarnya nama kerajaan ini belum diketahui secara pasti karena terbatasnya sumber sejarah dan juga tidak ada catatan atau berita dari asing yang menerangkan adanya kerajaan di kalimantan timur ini.

Yupa

Prasasti mulawarman


Kerajaan kutai sendiri diidentifikasi dari penemuan 7 buah yupa (tugu batu yang memuat tulisan yang ditulis oleh para brahmana) dan prasasti.

Kehidupan politik

Dari temuan yupa-yupa dan prasasti itu diketahui bahwa raja yang pertama kali memerintah kerajaan adalah raja kudungga/kudunga. mengenai asal usul nya, dari berbagai sumber referensi yang saya baca. Ada yang menyebutkan kalau kudunga sebenarnya adalah ketua adat dari masyarakat asli kalimantan (suku dayak). Tapi ada juga yang menyebutkan kalau kudunga berasal dari kerajaan campa di kamboja dan kemudian datang ke kalimantan dan memerintah disana. Namun teori ini sepertinya lebih lemah dari teori yang pertama. lalu jika dilihat dari namanya. Kelihatan sekali kalau namanya ini sangat “lokal” sekali dan penamaan nya belum terpengaruh budaya asing.

Kemudian tahta kerajaan dilanjutkan kepada putranya, Aswawarman. Prestasi gemilang semasa pemerintahan nya adalah beliau berhasil memperluas wilayah kekuasaan nya dan mengklaim berhasil mengalahkan kerajaan/ daerah tetangganya (belum diketahui apa dan siapa kerajaan/ dareah yang dimaksud) dalam suatu peperangan dan juga mengadakan upacara asmawedha. Dalam upacara itu dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai. Dengan kata lain, sampai dimana ditemukan tapak kaki kuda, maka sampai disitulah batas Kerajaan Kutai. Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai. Bahkan dikatakan kalau kekuasaan kerajaan sudah meliputi seluruh kalimantan timur.

Kemudian puncak kekuasaan dilanjutkan kepada Mulawarman, putra dari Mulawarman. Pada masanya kerajaan telah menjelma sebagai negri yang makmur gemah ripah loh jinawi!. Hal ini bisa dilihat dari yupa dan prasasti yang menyebutkan bahwa dengan kedermawanan sang raja. Beliau mempersembahkan sebanyak 20.000 ekor sapi Dan berbagai bentuk persembahan lainya seperti yang termuat dalam Prasasti Mulawarman.

Kehidupan kerajaan selanjutnya selepas Mulawarman tidak diketahui karena miskin nya informasi dan kurang populer nya kerajaan dimata bangsa asing seperti yang sudah dijelaskan diawal postingan. kemudian perkembangan kerajaan selanjutnya Yang sudah diketahui adalah pada saat akhir-akhir dari kehidupan kerajaan kutai yang kala itu dipimpin oleh raja Dharma putra. Ia terbunuh oleh Raja Kutai Kartanegara ke-13. Aji pangeran anum panji mendapa. dalam peperangan sehingga akhirnya kerajaan kutai martadipura bisa ditaklukan oleh kerajaan
kutai kertanegara yang sudah bercorak islam.

Kehidupan ekonomi, sosial dan spiritual

Dilihat dari kegiatan perekomian dan mata pencaharian penduduk pada saat itu nampaknya sebagian besar adalah bertani dan berternak maka dari itu kerajaan ini berbasis agraris. berangkat penemuan prasasti mulawarman yang menyebutkan hibah dari sang raja yang sangat melimpah kepada kaum brahmana yang membuktikan kalau pada saat itu kegiatan pertanian, pertenakan, dan penambangan sudah diintensifkan. Maka dari itu kehidupan rakyat pada saat itu diperkirakan sangat makmur dan sejahtera. 

 Kemudian juga dikenalnya upacara Vratyastoma. Yaitu upacara yang diperuntukan untuk orang yang akan memeluk hindu dan berbagai upacara adat lain nya. Ritual ini dilakukan oleh para brahmana indonesia yang juga menguasai bahasa sansekerta sebagai bahasa resmi keagamaan sehingga berbagai prasasti dan yupa yang ditemukan sudah memakai bahasa sansekerta sebagai bahasa nya dan menggunakan huruf palawa yang mana keduanya berasal dari kebudayaan india selatan. 

Kerajaan kutai sendiri baru menerima pengaruh hindunisasi dari india pada masa Aswawarman karena namanya sudah terpengaruh budaya india selatan, yaitu penggunaan warman. Sementara kudunga sendiri diduga bukanlah penganut hindu dan namanya masih belum terpengaruh pada kebudayaan asing apapun, maka dapat disimpulkan kalau pemerintahan sebelum aswawarman belumlah menetapkan hindu sebagai agama resmi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar